Posted by : Unknown Desember 20, 2013

I hate this face!!!
Panas
Api
Terbakar
Merah
Musnah
Membara
Hangus
Jeritan
: teriakan
 ***
Ah, kosakata itu masih saja menggeliat liar meracuni kewarasan pikiranku. Aku bisa gila! Stress dibuatnya! Ah, masa-masa SMP-ku yang indah dirusak, diracuni, dihancur-leburkan oleh kosakata-kosakata yang sangat panas penafsirannya di lubuk jiwaku. Ah…
***
/1/
Panas: Masih kurasa atmosfer panas yang menjalar liar merayapi dinding-dinding rumahku yang hanya terbuat dari kayu. Ah, kukira hanya panas biasa. Kubuka mataku dengan malas. “Api! Kebakaran!”
/2/
Api: “Api! Kebakaran!” Si jago merah itu meliuk-liuk liar meracuni nafas-nafas terakhir yang melewati rongga-rongga paru-paruku. Hawa panas membakar habis akalku. Aku tidak peduli dengan smartphoneku yang terbakar habis, laptop ASUS-ku hasil tabungan 3 tahun, uang recehku yang tersimpan kokoh dalam tembikar berbentuk ayam. Hanya satu yang terujar, “Ayah! Ibu! Dimana kalian!”
/3/
Terbakar: Satu per satu kayu yang terbakar itu mulai bermanifestasi menjadi abu. Dari abu kembali membara menjadi hawa panas. Dari hawa panas kembali menyapa kobaran merah membara. Ber-“tos” dalam kekosonganku. Kekosongan pikiranku.
/4/
MERAH: “Api, kenapa kini kau mengkhianatiku? Mana wujudmu yang membantu ibuku menyalakan kompor? Mana wujudmu yang membantu ayah menikmati Italia cigarette? Mana wujudmu yang memeriahkan malam-malam petasan indah? Pengkhianat!”
/5/
Musnah: Rumahku musnah. Masa depanku musnah. Pikiranku musnah. Jiwaku musnah.
/6/
MEMBARA: Merah, biru, hitam adalah warna yang kusuka. Dulu. Kini, merah, biru, hitam adalah warna-warna buruk rupa, warna yang kubenci! Why? Kini aku ingat, aku sadar, 3 warna itu adalah 3 perwujudan dari keburukrupaanmu, api yang terkutuk! Apa kau sadar, kini kau telah menghancurkan harapanku! Cita-citaku! Masa depanku! Kehidupanku! Jalan hidupku! Ayahku! Ibuku! Kakakku! Adikku! Sebentar… ayah? Ibu? Kakak? Adik? Masihkah kalian di sini? Ayah! Ibu!
; kumencari dalam tangis…
/7/
HANGUS: Kuberlari dalam kobaran api yang menyala-nyala, menjilat-jilat, dengan muka tanpa wajah yang penuh nafsu! Aku bukanlah makanan empukmu! Menjauhlah dariku! Api menyebalkan! Ayah! Ibu! Kak Abdi! Dek Jamal! Jangan tinggalkan aku! Ayah! Ibu!Where are you!
/8/
Jeritan: Hatiku menjerit-jerit mencari sesuatu yang tak pasti. Sesuatu yang sangat besar bagi kehidupanku. Bagi kehidupan ayah. Ibu. Kak Abdi. Dek Jamal. Ini bukan nyata, kan! Ini hanya ilusi, kan! Fatamorgana? Halusiansi? Wahai Pemilik Jiwa, sadarkanlah aku dari “tidurku” ini! Bangunkanlah aku! Ini mimpi buruk! Pasti hanya mimpi!
; aku masih mencari, dalam tangis *yang nyata*…
/9/
: teriakan: Ayah! Ibu! Berteriaklah! Ayolah, berteriaklah! Agar aku bisa mencarimu! Agar aku bisa menolongmu! Bukannya besok hari Minggu! Bukankah besok kita akan CFD bersama? Ayah! Ibu! Berjanjilah padaku kau baik-baik saja!
 ***
[Jawa Pos Hot News]
// Kebakaran Besar Melahap Habis Sebuah Rumah Mewah di Laweyan//
.: 4 Orang Tewas Mengenaskan, Seorang Dilarikan ke UGD Sebuah Rumah Sakit :.
Solo – Kebakaran besar kembali terjadi semalam (4/1) pukul 23.32. Peristiwa mengenaskan ini diperkirakan disebabkan oleh ulah beberapa oknum yang tidak suka kepada korban. Kerugian material dari insiden ini diperkirakan sebesar 9 triliun. Hingga saat ini, polisi… <cukup! Berita ini memuakkan! Aku tak mau meneruskannya!>
 ***
Sekarang, malming tanggal 11 Januari 2014…
Ah, sudah seminggu dari… (aku tak mau menyebutnya) dan aku kini sudah mulai bisa melupakan duka hatiku yang telah menghujam dalam, menusuk hatiku. Menebar racun yang menghitami hatiku hingga aku sudah tak bisa membedakan mana yang nyata, mana yang maya. Ah, benar-benar duka yang mendalam.
Kini, aku sudah mulai bisa tersenyum. Walau tak ada reaksi dari ayah, ibu, kakak, adik (sadarlah, mereka sudah tiada…). Sedikit demi sedikit dukaku mulai menghilang. Hidupku telah kembali. Masa depanku mulai akrab padaku. Kini kusadar, hidup itu cinta. Cinta itu lahir dari syair-syair indah para pujangga. Ah, kurasa kau tau apa itu syair yang telah memberiku cinta dan hidup.
 ***
hari ini aku di sini
berjuang untuk bertahan
padamkan luka dan beban yang ada
yang tlah membakar seluruh jiwa
kucoba resapi kucoba selami
segala yang tlah terjadi
ku ambil hikmahnya
rasakan nikmatnya
dan kucoba untuk hadapi
I will survive, I will revive
I won't surrender and stay alive
kau berikan kekuatan
untuk lewati semua ini
hari ini kan kupastikan
aku masih ada disini
mencoba lepaskan, coba bebaskan
segala rasa perih di hati
kucoba resapiku, coba hayati
segala yang tlah terjadi
ku ambil hikmahnya, rasakan nikmatnya
dan kucoba untuk hadapi
and I will survive, I will revive
I won't surrender and stay alive
kauberikan kekuatan
'tuk lewati semua ini
Engkau slalu ada
di saat jiwaku rapuh, di kalaku jatuh
and I want you to know
that I will fight to survive,
I will not give up, I will not give in,
I'll stay alive for you... for you... for You...
I will survive, I will revive
I won't surrender and stay alive
I will survive, I will revive
getting stronger to stay alive
kau berikan aku kekuatan
'tuk lewati semua ini
I will survive, I will revive
getting BIGGER... bigger than life
Engkau Yang Esa, Yang Perkasa
You give me reason to survive
 ***
Sekarang 11 Januari ya? Angka yang bagus: 11/1
Menurut kalian, apa kisah ini nyata *nantinya*?

Comments
1 Comments

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. ilmu yang bermanfaat sob. silakan follow back gan :) ditunggu kunjungannya
    - Kromosom

    BalasHapus

...BACA DULU...

Kalau mau komen tapi nggak punya akun gmail, pilih Name/URL lalu masukkan URL-mu di fb atau twitter. Contoh: twitter.com/maudyayunda atau fb.com/YUI.international (jangan pake akunnya orang lain...)

Kalau komentar pake Anonymous, PASTI dihapus.

Untuk mendapatkan pemberitahuan komentar, beri centang pada tulisan Beri Tahu Saya di pojok kanan bawah form komentar.

- Copyright © 2013 Bopung Warnet - Gumi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -