Recent Blog post

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

It's my life...(?)
“Mereka tidur dengan nyenyak di rumah-rumah mereka. Sedangkan aku…”
Hujan malam itu turun dengan sangat deras. Suhu dingin menjalar liar menusuk kulit-kulit yang tak terlindung oleh tebalnya tembok rumah. Mobil-mobil mewah melaju kencang di jalan raya. Tak pelak, genangan air turut menyiprat sekitarnya.
Cipratan air itu mengenai kulit seorang anak kecil yang duduk jongkok di pinggir jalan raya, berteduh “sementara” dari derasnya air hujan malam itu. Ya, sementara, sebelum diusir oleh mereka yang merasa berhak…
“…aku memang sudah ditakdirkan menjalani kehidupanku sebagai bocah miskin terbuang yang tidak pernah dianggap ada oleh mereka.” Bocah kecil itu memangkukan kepalanya di atas tangan. Suaranya terisak.

Kepahlawanan Bocah Terbuang

By : Unknown
Desember 18, 2013
2
Ampun bu, jangan marahin aku...
“Bu, kan sudah kukatakan, aku nggak sanggup mengikuti ujian ini! Aku memang sangat lemah…” Terdengar suara parau Tegar lewat hape yang dia pinjam.
“Nggak Gar, kamu pasti bisa melalui semua ini dengan sangat baik. Ibu yakin itu.”
Tiada balasan dari Tegar. Dia merenungi perkataan ibunya.
“Tegar, kamu masih di sana?”
“Ya bu, aku masih di sini kok. Emang kenapa?”
“Kok nggak ada suaranya?”
“Aku lagi merenungi nasibku kini Bu…”
“Apa lagi yang harus direnungi? Bukannya jalan hidupmu kini sudah jelas? Tinggal kamu siapkan 15 juz itu dengan sebaik-baiknya, maka ijazah akan bisa kamu ambil dan langsung masuk universitas terbaik yang kamu inginkan. Bukannya kamu mau kuliah di Jepang?”

Meraih Quran

By : Unknown 1
Ini soal apa sih...
Jantungku berdebar kencang tak karuan. Tubuh ini rasanya sangat susah sekali bersahabat dengan intruksi-intruksi dari otakku. Walaupun kuberusaha untuk berpikir, aku tetap susah menangkap apa yang kuinginkan. Ingin sekali kugerakkan jari ini. Kuingin dia bergerak, menari dengan gemulai seperti balerina anggun yang bermain di atas panggung opera Eropa. Kuingin. Kuingin sekali. Kondisiku saat ini sangat mencekam. Apalagi kalau bukan... ulangan.
Ulangan matematika lagi.
Beh, kesal sekali. Ingin sekali rasanya kujambak rambut hitamku yang eksotis ini (ihiiir). Tapi sayang, pesonaku sangat jauh dari yang namanya depresi. Ya, aku adalah orang yang sangat memperhatikan penampilan. Mode adalah segalanya bagiku. Tapi kini, ahhhh, aku sangat depresi. Aku... pasrah.

Nilai

By : Unknown 0

- Copyright © 2013 Bopung Warnet - Gumi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -